1. Kopi yang tiap hari kita minum ternyata memiliki sejarah panjang. Sejarah kopi bermula dari cerita seorang penggembala kambing Abessynia (sekarang namanya Ethiopia) yang menemukan tumbuhan kopi sewaktu ia menggembala, kira-kira sekitar abad ke-9 masehi. Dari sana lalu tersebar Mesir dan Yaman, dan kemudian pada abad 15 menjangkau lebih luas lagi ke Parsi, Mesir, Turki dan Afrika Utara. Namun ada yang mengatakan sejarah kopi ini bermula dari Abessynia. Tapi ada juga menceritakan, di mana Ali al-Shadili yang gemar meminum sari biji kopi untuk membuatnya terjaga demi menjalankan solat malam. Dari sinilah akhirnya khasiat kopi menyebar sebagai minuman penghilang mengantuk.
2. Mungkin kopi yang paling unik dan paling enak rasanya adalah kopi luwak. Konon kabarnya kopi yang asli dari Indonesia ini diperoleh dengan cara unik: biji kopinya diambil dari kotoran luwak --binatang sejenis kucing liar. Padahal kopi ini dihasilkan dari tanaman kopi biasa, hanya buah kopi yang sudah matang di pohonnya itu dimakan luwak. Yang menyebabkannya istimewa adalah instink luwak yang hanya memilih buah kopi terbaik untuk dimakan. Selain itu kerana produksinya sangat sedikit dan rasanya yang hebat, maka harganya pun mahal. Bayangkan, harganya US$ 300 sampai US$ 600 per kilogram! Namun, tahukah anda, ternyata kopi luwak tiada lagi. Ada banyak faktor, mulai dari kurangnya tanaman kopi tersebut hingga semakin berkurangnya kopi luwak. Untuk itu, Pusat Penelitian Kopi dan Kakao Indonesia (PPKKI) sedaya upaya meningkatkan produksi kopi luwak dengan meningkatkan kembali luwak yang akan disebar di Kebun Percobaan Andungsari, Kabupaten Bondowoso.
3. Kopi ternyata tidak begitu saja menjadi salah satu minuman kegemaran yang paling digemari di dunia. Awalnya di Itali, ulama agama disana melarang umatnya minum kopi dan menyatakan bahwa minuman kopi tersebut dimasukkan sultan-sultan muslim untuk menggantikan anggur. Bukan hanya melarang tetapi juga menghukum orang-orang yang minum kopi. Tidak hanya di Itali, di tahun 1656, Wazir dan Kofri, Kerajaan Usmaniyah, mengeluarkan larangan untuk membuka kedai-kedai kopi. Bukan hanya melarang kopi, tetapi menghukum orang-orang yang minum kopi dengan hukuman cambuk . Di Sweden, konon Raja Gustaff II pernah menjatuhkan hukuman terhadap dua orang saudara kembar. Seorang daripada kembar tersebut hanya diizinkan meminum kopi dan yang satu lagi diizinkan hanya minum teh. Siapa yang terlebih dahulu mati, maka dialah yang bersalah dalam satu tuduhan yang dikenakan terhadap mereka. Ternyata yang mati dahulu adalah peminum teh pada usia 83 tahun. Gara-gara itulah, masyarakat Sweden menjadi sangat tergila-gila dengan kopi, bahkan paling fanatik di dunia. Sehingga sekarang negara-negara Skandinavia kini peminum kopi tertinggi per kapita di dunia. Setiap orang boleh menghabiskan 12 kg lebih per tahun.
4. Awalnya, Indonesia merupakan pengeksport kopi terbesar dan terbaik di dunia. Dan tahukah anda, hal itu terjadi sebelum tahun 1880-an, dimana pada tahun tersebut terjadi wabak hama karat daun yang memusnahkan kopi arabika yang ditanam di bawah ketinggian 1 km di atas permukaan laut, dari Sri Lanka hingga Timor. Brazil dan Colombia akhirnya mengambil alih peranan sebagai pengeksport kopi arabika terbesar, sehingga kini. Pada masa tersebut, industri kopi di Jawa pernah mengadakan pameran di AS untuk memperkenalkan kopi, sehingga AS mulai mengenal kopi dan menamakan minuman itu dengan nama Java.
0 comments:
Post a Comment